New7Wonders

Ajakan Presiden Vote Komodo Dikritik Akademisi
suarasurabaya.net|
Ajakan Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI pada menterinya dan publik untuk mendukung Pulau Komodo sebagai satu keajaiban dunia baru lewat vote SMS 9818 dikritik peneliti Komodo dan antropolog.
Prof. Putra Sastrawan peneliti Komodo sejak tahun 1969 yang juga mantan Pembantu Rektor III Universitas Udayana pada suarasurabaya.net, Kamis (20/10/2011) mengatakan tidak etis Presiden melakukan promosi untuk kepentingan New7Wonders yang notabene adalah lembaga swasta yang tidak punya afiliasi dengan Unesco.
Dikatakan Putra, yang paling dibutuhkan Komodo saat ini adalah konservasi, bukan justru mempopulerkannya, apalagi lewat SMS macam audisi idol. “Komodo sudah populer sejak diterbitkan pada jurnal ilmiah dunia pada tahun 1912. Statistik Kehutanan menyebutkan 95% pengunjung pulau ini adalah orang asing. Artinya, di luar negeri, pulau ini sudah populer,” kata dia.
Selain itu, jelas Putra, diperlukan adanya penguatan stake holders di sekitar habitat Komodo. Saat ini diakuinya, ada penurunan jumlah populasi Komodo sejak penelitiannya tahun 1969 sampai dengan tahun 2000-an. Pada survey periode 1969-1970, jumlah Komodo yang tersebar di Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan pulau-pulau kecil di sekitar Pulau Flores mencapai 5.500 ekor. Pada survey tahun 2000-an, jumlahnya tidak kurang dari 3 ribu ekor.
Selain itu dijumpai fakta berkurangnya makanan untuk spesies ini, menyebabkan terjadinya degradasi ukuran tubuh. Pada tahun 1969 pernah dijumpai Komodo dengan panjang 3,24 meter. Tapi pada penelitian tahun 2000-an, paling panjang hanya 3,12 meter.
Dengan kondisi ini, kata Putra, yang dibutuhkan adalah penguatan masyarakat sekitar agar tetap konsisten menjaga habitat Komodo.
Kritik serupa juga disampaikan Prof. Dr. Laurentius Dyson guru besar Antropologi Fisip Universitas Airlangga. Menurut dia, jika Presiden sampai ikut-ikut mempromosikan Pulau Komodo lewat New7Wonders, sama dengan melakukan pembodohan pada masyarakat.
“Lagi-lagi masyarakat dieksploitasi dengan diajak kirim SMS untuk mendukung sesuatu yang tidak jelas manfaatnya,” kata dia.
Secara etika pun, kata Dyson, tidak etis jika Presiden ikut berkampanye untuk kepentingan New7Wonders yang notabene adalah lembaga swasta.(edy)
"Dewa" Komodo yg udah membaktikan hidupnya untuk Komodo pun angkat bicara
lagian aneh, bangsa ini lebih seneng bayar Rp 1000 lalu ,Rp 1 untuk dukung VOTE dimana votenya tidak transparan dan uangnya tidak tau dipakai apa?, diabnding menyumbang untuk Taman Nasional komodo, yg populasi Komodonya Berkurang dari tahun ke tahun
secara Resmi pak jero Wacik yg skrng dipindah itu menyatakan Keluar Dari 7 Wonders krn Panitianya minta Rp400 milyar dan mengancam bakal di eliminasi walau jumlah Vote mencukupi
uang Rp400 milyar ataupun uang hasil Vote SMS lebih baik dipakai untuk meningkatkan infrastrukture Komodo
dibanding dijadikan UPETI buat Bule2 gak jelas
apa memang bangsa ini bangsa yg BODOH? sehingga dgn gampangnya di Bodoh2in?
================================================== ===========
Pemerintah Indonesia secara resmi menarik Taman Nasional Komodo (TNK) sebagai finalis dalam ajang pemilihan tujuh keajaiban alam-baru atau New Seven Wonder of Nature (N7WN) yang semula akan dideklarasikanpada 11 November 2011.
Bukti New 7 Wonders gak ada Afiliasi dgn Unesco
inti permasalahan ini sebenarnya adalah si PENYELENGGARA event. Ga jelas banget siapa penyelenggaranya. Perusahaan swasta lagi. aduuuhhhh....
In order to avoid any damaging confusion, UNESCO wishes to reaffirm that there is no link whatsoever between UNESCO's World Heritage programme, which aims to protect world heritage, and the current campaign concerning "The New 7 Wonders of the World".
jadi sekarang yg gak nasionalis siapa?
asal agan2 tau Pemerintah sudah Membuat Program saingan 7 wonders untuk promosi Komodo, yaitu THE REAL WONDERS yg didukung oleh Ahli Marketing Indonesia Hermawan Kartajaya, jaya Suprana dll
Program ini sudah jalan, dan sudah Promo ke Luar Negeri
bahkan BAPAK MARKETING DUNIA PHILIP KOTLER pun jadi Special Ambassador Pariwisata Indonesa
Dan Mereka gak minta2 SMS agan2, yg jumlah Votenya tidak boleh dipublikasi, dan uangnya tdk tau dipake untuk apa?
dan Pulau KOMODO tidak bisa dijadikan BALI dgn jumlah Wisatan Berjubel, jadi jumlah wisatawan pastinya dibatasi untuk jaga habitat, sekarang yg ngerasa Pinter, coba hitung2an ekonominya gimana? krn nurut Menteri Pariwisata , gak ekonomis tuh permintaan duit dari 7 wonders
================================================== ===============
dan Bagi yg sudah SMS
Selamat Anda sudah ngasih UPETI ke panitia 7 Wonders,
lw gak rugi tapi mereka yg untung mayan dpt Rp 1 dikali Jutaan Orang, mana uang hasil Votenya pun gak jelas dipake apa, buat promosikan Komodo? tolong jumlah votenya skrng berapa klo lw tau
jadi pilih program anak bangsa Real Wonders atau Program Import yg tdk transparan 7 Wonders?
Komentar
Posting Komentar