cerita singkat untuk motivasi

OPTIMIS DAN BERSYUKUR
Saat hidup menjadi buruk, jangan lupa mengangkat wajah dengan optimis ... namun bila hidup menjadi baik jangan lupa tetap menekuk lutut untuk bersyukur.


Hidup kita seperti roda, kadang di atas kadang di bawah. Dalam setiap kondisi hidup apa pun, kita perlu selalu berpikir positif, selalu optimis serta tidak lupa juga untuk selalu bersyukur.

Yang seringkali orang lakukan pada saat mengalami kondisi hidup yang buruk, ia menjadi putus asa, mudah menyerah, dan kehilangan sifat optimisnya. Pada saat seperti inilah, kita perlu datang pada Tuhan, menyerahkan kesulitan kepada-Nya dan mohon bimbingan-Nya agar kita segera dapat mengatasi kesulitan tersebut. Terhadap kesulitan tersebut pun, kita perlu tetap bersyukur pada Tuhan karena hal itu membuat kita menyadari kelemahan dan kekurangan diri kita sehingga perlu belajar lagi dan meningkatkan usaha kita. Setelah itu bangkitlah dengan penuh semangat dan optimisme, serta berusahalah.

Pada saat kita berada di puncak, mungkin ia tetap, bahkan semakin optimis, tetapi seringkali kita menjadi lupa untuk bersyukur kepada Tuhan. Jangan lupa bahwa semua keberhasilan dan kesuksesan yang telah kita raih, tidak terlepas dari campur tangan Tuhan, bukan semata-mata karena kehebatan diri pribadi kita sendiri. Karena itu marilah segera kita datang kepada-Nya, untuk bersyukur dan berserah

Makna Kegagalan
KEGAGALAN mengajarkan kita untuk rendah hati dan berfungsi untuk menguji daya tahan kita. Kegagalan juga menunjukkan bahwa kita butuh bantuan orang yang tepat untuk selanjutnya (Paulus W).

Tentu saja tidak ada orang yang mau gagal, tetapi kita juga perlu menyadari bahwa kegagalan merupakan bagian dari proses menuju keberhasilan. Tidak mungkin kita meraih keberhasilan tanpa persiapan, tetapi persiapan yang sebaik apa pun tidak menjamin memberikan keberhasilan, karena masih banyak faktor lain yang mempengaruhinya, misalnya tindakan pesaing, keinginan konsumen, perubahan suhu, serta tentu saja kehendak dan rencana Tuhan.

Jadi kegagalan itu merupakan hal yang alami dan dialami oleh semua orang; tidak ada orang yang tidak pernah mengalami kegagalan. Yang penting, jadikanlah kegagalan yang kita alami sebagai batu pijakan untuk melangkah maju. Janganlah menyerah karena kita hanya satu atau dua kali mengalami kegagalan. Thomas Alfa Edison mengatakan bahwa ia ratusan kali gagal, sebelum berhasil menemukan lampu pijar. Saat kita gagal kita membutuhkan semangat untuk melanjutkan dan jangan pernah menyerah.

Di sisi lain, kegagalan juga membuat manusia tidak menjadi sombong. Bayangkan bila ada orang yang tidak pernah gagal …. Lama kelamaan ia akan merasa dirinya hebat, sangat hebat, dan jangan-jangan menganggap dirinya dewa atau bahkan tuhan. Kegagalan membuat kita rendah hati dan menyadari bahwa ada faktor lain yang menentukan keberhasilan kita, misalnya kita membutuhkan bantuan orang lain dan tentu saja pertolongan dari Tuhan yang Maha Kuasa.

Bila kita gagal, berarti ada sesuatu yang kurang dalam diri kita; untuk itu kita perlu belajar lagi. Jangan putus asa, karena banyak orang mengatakan bahwa kegagalan merupakan sukses yang tertunda. Bila kita jatuh, jangan terus meratap, tetapi segera bangkit kembali karena kita masih memiliki harapan untuk meraih kesuksesan pada masa yang akan datang.

SELALU ADA HARAPAN
Tatkala satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka, tetapi sering kita begitu terpaku lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak melihat pintu yang terbuka di depan kita (Helen Keller).

Manusia lebih banyak terpaku dan memperhatikan berbagai hal negatif daripada melihat hal yang positif. Keburukan atau kesalahan seseorang lebih mudah diingat dibandingkan dengan banyak hal positif yang telah dilakukannya. Hal ini terbentuk karena sejak kecil kita dididik untuk lebih melihat hal yang negatif, misalnya waktu ulangan kita selalu mendapat penekanan tentang salahnya; guru berkata “Kamu salah 2”, padahal ada 18 soal yang benar, tetapi tidak pernah dikatakan “Kamu benar 18”.

Selain itu, kita pun sering memikirkan terus hal negatif yang telah terjadi; kita menjadi kecewa dan berpikir “seandainya …”, misalnya “seandainya saya tidak lakukan hal tersebut, maka hal itu tidak terjadi”, “seandainya saya tidak pergi, pasti saya selamat”, dan lain-lain. Dengan memikirkan kegagalan yang telah terjadi terus menerus, tidak ada gunanya, karena hal tersebut tidak mungkin mengubah keadaan yang telah terjadi. Yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengambil hikmah dari peristiwa tersebut dan melihat bahwa masih banyak harapan dan peluang bagi kita.

Untuk setiap peristiwa yang kita alami pasti ada dampak positifnya bagi kita, hanya memang pikiran kita bersifat instant. Selain itu kita terus memikirkan peristiwa tersebut karena harapan yang telah kita rancang sebelumnya tidak terwujud. Kegagalan masa lalu tersebut minimal memberikan makna bahwa kita perlu terus belajar dan mencari cara baru untuk menyelesaikannya. Kita pun perlu terus melihat ke depan dan melihat peluang lain yang ternyata masih banyak di depan kita, karena percayalah Tuhan memiliki rencana yang indah bagi kita dan terjadi tepat pada waktunya. Amin …

Menjadi Merdeka
MERDEKAkan dirimu pikiran dan perasaan yang mengekang selama ini. Buang pikiran jahat, sombong dll, serta buang perasaan benci, iri dll. Selamat menjadi MERDEKA !

Negara kita secara fisik sudah merdeka dari penjajahan sejak tahun 1945, tetapi banyak juga yang mengatakan bahwa secara non-fisik, negara kita belum merdeka, karena masih banyak penindasan bagi golongan tertentu, korupsi dan ketidakadilan masih merajalela dimana-mana.

Hal yang sama terjadi juga pada diri manusia. Manusia dewasa yang telah memiliki penghasilan sendiri, mengatakan bahwa dirinya sekarang telah merdeka, karena tidak tergantung pada orang lain lagi. Tetapi banyak juga yang belum merdeka secara menyeluruh, terutama terkait dengan mental dan rohani. Banyak hal negatif yang mempengaruhi pikiran dan perasaan kita, misalnya seringkali kita merasa sombong, tidak mau mendengarkan pendapat orang lain, iri hati, benci, memfitnah orang lain, dan lain-lain. Manusia memang gampang terpengaruh oleh berbagai hal negatif, dibandingkan dengan hal positif, artinya hal ini menunjukkan bahwa kita belum merdeka atau belum terbebas dari hal-hal negatif tersebut.

Untuk menjadi manusia yang merdeka, kita harus bebas dari berbagai hal negatif tersebut. Kita perlu berpikir dan berperasaan positif. Berbagai respon yang kita terima dari luar jangan langsung ditanggapi secara emosional, tetapi perlu dipikirkan dulu dengan prinsip ”nanti bagaimana”. Artinya kita perlu memikirkan dampak dari tindakan yang kita lakukan; bila merugikan, baik diri sendiri maupun orang lain, maka tindakan tersebut tidak perlu dilakukan. Pola seperti ini dapat membuat kita menjadi manusia yang merdeka, karena memiliki pikiran dan perasaan yang positif

Do Your Best
Lakukan yang terbaik dalam setiap pekerjaan atau pelayanan, baik yang dilihat orang maupun tidak, karena Tuhan selalu mengawasi dan Dia menginginkan yang terbaik dari kita. DO YOUR BEST!

Banyak karyawan yang bekerja saat boss-nya ada di tempat, selain itu lebih banyak ngobrol atau main games di komputer. Demikian juga dengan anak-anak di rumah, bila orang tuanya mengawasi barulah mereka belajar, selain itu mungkin lebih banyak main atau menonton televisi.

Nah ... bila kita ingin menjadi manusia yang luar biasa, maka kita perlu memiliki tanggung jawab atas diri pribadi masing-masing. Kita bertanggung jawab terhadap pekerjaan atau pelayanan yang telah menjadi kewajiban kita. Untuk itu lakukanlah semua hal tersebut semaksimal mungkin tanpa terpengaruh oleh berbagai hal dari luar. Ada atau tidak pengawas atau orang yang melihat kita, hendaknya tetap lakukan yang terbaik, karena Tuhan selalu melihat seluruh perbuatan dan tindakan kita.

Marilah kita buat yang terbaik atas seluruh kewajiban kita, seperti kita melakukannya hanya untuk Tuhan. Tetapi jangan lupa, kita perlu melakukannya dengan bumbu kasih, agar hasilnya menjadi lebih harum dan luar biasa ...


Bertanggung-jawablah! 

Saat menang janganlah sombong.
Saat kalah janganlah mencari-cari alasan.
Jadilah manusia yang bertanggung jawab.

Tanpa adanya tanggung jawab maka hubungan antar manusia menjadi kacau, karena yang ada hanya sikap saling menyalahkan dan mencari kambing hitam; pekerjaan menjadi tidak selesai dan muncul berbagai kekacauan. Melalaikan tanggung jawab, menunjukkan bahwa kualitas diri orang tersebut masih rendah dan belum dapat dipercaya. Sebaliknya dengan memiliki tanggung jawab, maka orang lain akan mempercayai kita, sehingga kita memiliki banyak teman dan memiliki banyak peluang untuk maju.

Sebelum dapat bertanggungjawab pada orang lain, maka kita perlu bertanggungjawab pada diri sendiri terlebih dahulu. Lakukanlah tugas dan kewajiban yang telah diberikan dengan sungguh-sungguh dan selesaikan tepat pada waktunya. Bila kita berhasil melakukannya, kita pun tidak perlu membusungkan dada, karena hal ini sikap tinggi hati.

Demikian juga saat gagal, kita jangan mencari-cari alasan atau kambing hitam. Bertanggungjawablah atas kegagalan tersebut, lalu cari cara lain untuk menyelesaikan masalah tersebut dan ulangi kembali dengan penuh semangat.

Manfaat Tantangan

Selalu ada tantangan dalam setiap pekerjaan dan pelayanan. Janganlah cepat menyerah, miliki mental JALAN TERUS sehingga kita tidak membiarkan tantangan tersebut menghentikan langkah kita.

Dalam menjalani kehidupan dan melakukan kegiatan kita sehari-hari, banyak hambatan atau tantangan yang kita temui. Seringkali kita merasakan tantangan tersebut sedemikian berat dan kita merasa tidak mampu untuk mengatasinya; hal inilah yang membuat kita menyerah, karena ada ketakutan dan kekuatiran dalam diri kita yang mungkin berlebihan.

Tidak ada orang yang lepas dari tantangan atau masalah, selain itu kita pun perlu menyadari bahwa masih banyak orang yang menghadapi masalah jauh lebih berat daripada yang sedang kita alami, tetapi ternyata mereka dapat mengatasinya. Nah ... hal ini perlu menjadi dorongan bagi kita juga untuk mengatasi tantangan yang kita hadapi. Mental ”jalan terus” memang suatu pedoman untuk maju terus dalam menghadapi tantangan, jangan biarkan ia menghentikan langkah kita. Yang penting kita terus berusaha dan maju selangkah demi selangkah, sehingga akhirnya kita dapat sampai di tujuan akhir.

Dalam setiap tantangan yang kita hadapi pasti selalu ada jalan keluarnya, untuk itu kita perlu terus mencoba dan belajar melakukan dengan cara yang berbeda. Sebaliknya tanpa tantangan membuat kita terjebak dalam rutinitas. Mental positif dan sifat pantang menyerah pun merupakan syarat yang perlu kita miliki untuk terus maju menghadapi setiap tantangan dan meraih masa depan yang lebih baik





PEMBIASAAN
Motivasi membuat kita memulai segala sesuatu tetapi kebiasaanlah yang membuat kita tetap berjalan terus.

Untuk memulai sesuatu yang baru, kita membutuhkan motivasi atau dorongan, dapat dari luar tetapi lebih baik bila dari dalam diri sendiri. Motivasi ini merupakan suatu api semangat yang memberikan dorongan, sehingga kita mau dan berani untuk melakukan hal tersebut. Tetapi motivasi ini hanya merupakan pemicu awal yang membuat kita berubah melakukan sesuatu yang baru dan berbeda.

Agar semua yang telah kita mulai tersebut dapat berjalan terus dengan sendirinya, maka kita perlu melakukannya terus menerus sehingga menjadi suatu kebiasaan. Dalam konsep 5S, hal ini dikenal dengan istilah shitsuke atau pembiasaan.

Contoh yang kita alami sendiri adalah waktu kecil kita memiliki motivasi yang luara biasa, misalnya kita belajar berjalan; walau jatuh berkali-kali kita bangkit kembali dan berjalan lagi, selangkah demi selangkah. Ternyata memang kita, sewaktu masih kecil, memiliki motivasi yang luar biasa, tanpa ada rasa takut dan malu. Setelah kita berjalan terus menerus dari hari ke hari, maka kini kita dapat berjalan dengan baik, semua dilakukan secara otomatis oleh otak bawah sadar, karena hal tersebut sudah menjadi kebiasaan.

Karena itu marilah kita mulai melakukan suatu hal yang positif dan bermanfaat, lakukan terus menerus sehingga menjadi suatu kebiasaan. Memang dibutuhkan waktu untuk melakukan ini terus menerus, tetapi hasilnya kita nikmati pada masa mendatang. Semua ternyata muncul secara otomatis, karena kita melakukannya tanpa berpikir lagi (dilakukan oleh otak bawah sadar).


KARAKTERISTIK PEMENANG
PEMENANG adalah mereka yang dapat memberi tanpa mengingat-ingat dan mengambil tanpa melupakan. Sudahkah anda jadi seorang PEMENANG? Kalau belum, gunakan kesempatan yang ada.

Salah satu karakteristik pemenang adalah selalu mengingat jasa baik orang lain dan juga mengetahui kekurangannya, sedangkan karakteristik pecundang adalah selalu mengingat-ingat jasa dirinya kepada orang lain. Pemenang tidak pernah mengingat-ingat pemberian atau perbuatan baik yang dilakukannya pada orang lain, tetapi pecundang selalu mengagungkan dan menggembar-gemborkan perbuatan baik yang pernah dilakukannya.

Memang tidak mudah untuk menjadi pemenang, karena dalam diri kita terdapat kedagingan, yaitu berbagai hal jelek yang ada dalam diri kita, misalnya kesombongan, iri hati, nafsu marah, dan lain-lain. Seringkali kita tergoda oleh kedagingan sehingga melupakan berbagai hal yang positif. Jadi pada dasarnya untuk menjadi pemenang, maka kita harus dapat meninggalkan berbagai godaan, termasuk kedagingan.

Seorang pemenang sudah tidak menonjolkan ego dirinya lagi, tetapi ia lebih memperhatikan kepentingan orang lain. Memang tidak mudah, tetapi kita perlu terus berusaha untuk menjadi seorang pemenang. Setuju?


KAWATIR.. NO
Kekuatiran tidak akan menghilangkan masalah besok, tetapi hanya akan menghilangkan kedamaian hari ini. Jadi ... janganlah kamu kuatir!

Dalam kehidupan pasti selalu ada masalah, walaupun mungkin sebagian masalah sebenarnya tidak real, tetapi berada dalam pikiran kita sendiri. Masalah real kita alami, misalnya saat kita sedang menderita sakit, kesulitan ekonomi, atau mengalami kebanjiran. Masalah dalam pikiran terjadi untuk hal yang belum terjadi, tetapi kita membayangkan dan menganggap hal tersebut sebagai suatu kesulitan, misalnya kekuatiran karena besok, Anda akan memberikan presentasi atau memimpin rapat untuk pertama kali, ketakutan besok hari akan hujan dan lain-lain.

Untuk mengatasi masalah real, jelas kita perlu untuk melakukan berbagai tindakan. Kekuatiran terhadap masalah real tidak dapat diatasi dengan hanya diam dan berharap saja; memang kita perlu berdoa mohon bantuan Tuhan, tetapi jelas bantuan itu tidak turun dari langit begitu saja, kita perlu berusaha dan bertindak. Misalnya saat anak kita sakit, ya segera bawa ke rumah sakit atau dokter terdekat.

Masalah tidak real diatasi dengan cara mengendalikan pikiran. Pikirkan dan bayangkan hal yang positif, misalnya untuk presentasi besok, bayangkanlah Anda sedang melakukan presentasi di ruang tersebut dengan baik dan bersemangat, lihat para pendengar terpesona dan bertepuk tangan memberikan tanggapan positif kepada Anda. Proses visualisasi ini jelas hanya untuk menenangkan mental kita, setelah itu jelas kita perlu belajar dan mempersiapkan diri untuk presentasi tersebut, serta tidak lupa untuk berserah dan mohon bimbingan Tuhan yang Maha Kuasa.

Bila kita kuatir, jelas tidak membawa damai di hati, kita malah menjadi gelisah dan tidak dapat melakukan apa pun. Jadi janganlah kuatir, tetapi berusahalah dan yakinlah bahwa Tuhan memberikan yang terbaik, tepat pada waktunya, tetapi seturut dengan kehendak-Nya, bukan kehendak kita.



DAMPAK KEBAIKAN DAN KEJAHATAN
Walaupun rejeki belum menghampiri orang baik, bencana sudah pasti menjauhinya.
Meskipun bencana belum menghampiri orang jahat, rejeki pasti sudah menjauhinya.

Setiap manusia memiliki kebebasan untuk menjalani hidup ini sebagai orang baik atau orang jahat. Tuhan tidak memaksa, semua diserahkan kepada manusia untuk menentukannya sendiri; tentu saja semua harus bertanggungjawab terhadap pilihan masing-masing.

Tuhan jelas senang bila kita menjadi orang baik, dan Dia pasti akan memberkati semua orang baik. Manusia biasanya secara instant menginginkan agar mendapatkan rejeki dan kesehatan bila telah berbuat baik, tetapi kita perlu menyadari bahwa Tuhan memiliki rencana yang tidak kita ketahui. Rencana-Nya belum tentu sama dengan keinginan kita, tetapi rencana-Nya pasti suatu rencana indah yang terjadi tepat pada waktunya. Jadi walaupun rasanya rejeki dan kesehatan belum datang menghampiri kita, tetapi yakinlah Tuhan telah melindungi kita dari bencana.

Terhadap orang jahat, Tuhan mungkin tidak langsung menghukumnya, karen Dia selalu memberikan kesempatan pada manusia untuk bertobat. Tetapi jelas akibat perbuatan jahatnya dia mengalami berbagai kesulitan terhadap orang-orang di sekelilingnya. Jadi untuk orang jahat, meskipun dia tidak mengalami bencana, tetapi pasti rejeki sudah menjauhinya, karena orang akan sangat berhati-hati bila melakukan transaksi bisnis dengannya.

Jadi mana yang kita pilih? Jadi orang baik atau jahat? Tentu Anda tahu pilihan terbaik yang harus kita pilih ….


TUHAN YANG UTAMA
Tinggalkan sesuatu untuk Tuhan, tetap jangan tinggalkan Tuhan untuk sesuatu, karena dengan Tuhan kau dapat memperoleh segala sesuatu.

Manusia memang ciptaan Tuhan yang terbaik, tetapi sebaik atau sesempurna apa pun manusia, tetaplah ia merupakan ciptaan Tuhan. Tanpa campur tangan Tuhan maka tidak akan ada manusia. Jadi jelas Tuhan adalah yang utama dan pertama bagi kita semua, sehingga apa pun yang kita miliki tidak ada artinya bila kita tidak memiliki atau mengenal Tuhan. Karena itu untuk mendapatkan dan dekat dengan Tuhan, kita harus rela meninggalkan segala sesuatu, misalnya kenikmatan, kesombongan, dan lain-lain.

Tetapi seringkali yang terjadi adalah hal sebaliknya, karena manusia lebih memikirkan ego dan diri sendiri, maka banyak manusia yang melupakan Tuhan. Misalnya untuk mencari kekayaan atau kesehatan, banyak orang yang meninggalkan Tuhan, dan datang kepada kuasa kegelapan, tempat keramat, dukun, dan lain-lain.

Jangan sampai deh kita berpikir untuk meninggalkan Tuhan, karena hanya dekat dengan-Nya lah kita memiliki segalanya, seperti kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri. Bila semua sifat baik ini ada pada diri kita, maka rejeki pun akan datang menghampiri kita. Marilah kita mengutamakan Tuhan di atas segalanya

AKAR KEJAHATAN
Akar segala kejahatan adalah CINTA AKAN uang. Bukan uang yang jadi sumber kejahatan tetapi rasa cinta akan uang yang dapat membuat orang korupsi, tamak, bahkan membunuh.

Banyak orang yang memiliki persepsi salah mengenai uang; ada yang menganggap uang adalah akar dari segala kejahatan. Hal ini sebenarnya tidak tepat, karena sama seperti koin yang memiliki dua sisi, uang pun demikian, ada sisi gelap tetapi ada juga sisi terang. Sisi gelap uang terjadi bila kita menggunakan uang dengan cara yang salah, misalnya digunakan untuk menyogok, membeli suara, berfoya-foya, dan lain-lain. Sedangkan sisi terang dari uang adalah ketiak kita menggunakannya untuk berbuat baik, membantu sesama yang membutuhkannya. Jadi kalau begitu apa yang menjadi masalah?

Yang menjadi masalah sebenarnya bukan uang itu sendiri, tetapi sikap kita terhadap uang. Ada orang yang membenci uang tetapi ada juga yang sangat mencintai uang. Nah ... kedua hal inilah yang menjadi masalah. Bagi orang yang cinta akan uang, maka uang menjadi tujuan hidupnya, dan ia akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Benci akan uang pun dapat menjadi sumber kejahatan, karena orang seperti ini tidak senang dan iri terhadap orang kaya yang memiliki banyak uang, sehingga mungkin saja ia berbuat jahat terhadap orang-orang kaya.

Uang itu hanya alat, kita membutuhkan uang, tetapi uang jelas bukanlah segalanya. Untuk hidup normal dan tenang, tentu saja kita membutuhkan uang, tetapi kita tidak perlu mengejarnya secara berlebihan. Bila kita memiliki uang berlebih, maka hendaknya pun kita mau berbagi dengan orang-orang yang membutuhkannya. Amin …






JADILAH GARAM
Banyak di antara kita yang lebih senang menjadi gudang garam daripada menjadi garam itu sendiri (Xavier Quentin Pranata).

Para ahli pemasaran, mengatakan bahwa saat ini bila kita menjual produk, maka baik langsung maupun tidak langsung, kita juga menjual jasa/layanan di dalamnya; layanan merupakan unsur yang tidak dapat terpisahkan dari produk. Tetapi ada barang yang dibeli atau dibutuhkan hanya karena keberadaan fisik atau produknya, tanpa perlu layanan macam-macam, yaitu garam. Garam sejak dulu dicari orang karena rasa asinnya dan kemampuannya untuk mengawetkan, bukan karena yang lain-lain.

Dalam kehidupan pun hendaknya kita dapat berfungsi dan menjadi seperti garam. Biarlah keberadaan kita mampu mengubah lingkungan, tanpa perlu terlihat lagi, seperti garam yang membuat sayur asam atau sop menjadi enak, tetapi garamnya sendiri sudah larut menjadi satu dan tidak kelihatan lagi.

Banyak orang di sekeliling kita yang lebih mementingkan tampilan luar daripada kemampuan yang ada di dalam dirinya. Ada orang yang berpenampilan rapih dan perlente, agar disangka orang kaya dan terpandang, tetapi ternyata ia seorang penipu kelas kakap. Jadi marilah kita tunjukkan kemampuan dan kompetensi yang ada dalam diri kita, bukan bungkus luarnya. Jadilah garam, bukan gudangnya

BERKATALAH DENGAN BENAR
Beranilah berkata dengan benar. Kritik yang perlu dikritik, hargai yang perlu dihargai, pujilah yang layak dipuji, dan cela yang salah tetapi dengan cara yang benar.

Peribahasa yang berbunyi ”lidah memang tidak bertulang” memang benar. Secara fisik jelas benar, karena bila lidah bertulang maka ia menjadi kaku dan membuat kita sulit untuk berkata-kata. Tetapi karena lidah begitu fleksibel, maka seringkali kita tidak dapat mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulut, sehingga yang terjadi adalah penyesalan kemudian.

Seringkali kita berkata-kata dengan tidak sepantasnya karena kita tidak dapat mengendalikan emosi, sehingga kata-kata yang kita ucapkan tidak dipikir lagi, tetapi terucap otomatis untuk mengumbar kemarahan, kekecewaan, dan lain-lain. Di sisi lain, kita pun seringkali tidak berani untuk mengatakan yang benar, karena ada perasaan tidak enak terhadap lawan bicara kita, atau kata-kata sebaliknya yang kita keluarkan dengan tujuan untuk menyenangkan orang tersebut. Karena itu janganlah kita menjadi ”Yes-man”, tetapi marilah kita belajar untuk mengatakan yang sebenarnya, sesuai dengan fakta yang ada.

Bila ada yang tidak berjalan dengan semestinya, hendaknya kita berani mengkrikik dan mencelanya sehingga terjadi perbaikan yang bermanfaat bagi banyak orang. Demikian juga bila ada yang benar dan prestasi yang luar biasa, maka kita pun perlu berani untuk mengatakan apa adanya Pujilah yang layak dipuji dan hargai untuk berbagai hal yang perlu dihargai. Marilah kita belajar berkata benar, sesuai fakta yang terjad


SYARAT BERHASIL
Syarat untuk BERHASIL:
1. Punya tekad dan berani berkata “AKU MAU!”.
2. Bekerja keras untuk mewujudkannya.
Di atas semua itu, tetaplah memohon dan berserah pada Tuhan.

Untuk mencapai suatu keberhasilan, jelas dibutuhkan suatu pengorbanan, misalnya untuk menjadi juara dunia, seorang petinju harus mengorbankan waktu, biaya, dan keinginannya yang lain, untuk berlatih keras selama bertahun-tahun. Keberhasilan membutuhkan proses, bukan suatu peristiwa instant yang terjadi seketika.

Kerja keras memang merupakan salah satu syarat untuk mencapai keberhasilan, tetapi ternyata kerja keras, bukan yang pertama. Agar berhasil, dibutuhkan suatu niat dan tekad untuk menentukan tujuan utama yang ingin kita capai; hal ini diwujudkan dengan berani mengatakan ”Aku mau!”. Ucapkan perkataan itu kepada orang lain, sehingga kita pun tertantang untuk mewujudkannya. Tanpa niat dan tekad seperti ini, maka kerja keras saja tidak cukup untuk mencapai keberhasilan.

Jadi yang perlu kita lakukan adalah membuat persiapan, lalu menentukan jenis keberhasilan yang memang kita inginkan. Jadikan hal tersebut sebagai impian, tanamkan tekad dan niat untuk mewujudkannya, misalnya dengan melakukan visualisasi. Setelah itu kita perlu bekerja keras dan bekerja cerdas untuk mewujudkannya. Tentu saja hal ini perlu dilengkapi dengan permohonan dan penyerahan kepada Tuhan, karena Tuhanlah yang berkuasa atas semua hal tersebut.






TUJUAN HIDUP
Tak ada hal yang memberikan ketenangan batin sebanyak yang diberikan suatu tujuan hidup yang pasti - suatu titik tempat menambatkan mata hati kita (Mary W. Shelley).

Banyak orang menjalani hidup ini tanpa tujuan yang pasti, artinya hidup ini dijalani apa adanya karena tidak ada arah yang pasti. Ada orang yang mengatakan: “Biarlah hidup ini seperti air yang mengalir!”; kelihatannya hal ini baik, karena menunjukkan manusia yang tidak macam-macam, mengikuti kondisi saja. Tetapi di sisi lain hal ini juga menunjukkan manusia yang tidak berdaya atau tidak memiliki upaya untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat; pertanyaan yang dapat diajukan adalah: “Kemanakah air itu mengalir? Ke tempat yang bersih dan tenang, atau ke tempat yang kotor?”.

Tujuan hidup itu merupakan suatu kebutuhan mutlak, karena hal itu menjadi target yang ingin kita capai. Dalam perkembangannya, dengan bertambahnya pengetahuan dan pengalaman kita, mungkin saja tujuan hidup kita berubah. Hidup kita akan mengalami ketenangan batin bila kita memiliki tujuan hidup yang pasti, karena semua sumber daya yang kita miliki akan diarahkan untuk mencapai tujuan hidup itu, bukan untuk berbagai hal yang tidak bermanfaat.

Sudahkan kita memiliki tujuan hidup yang jelas dan pasti? Bila belum tentu saja kita perlu merumuskannya dengan segera. Perumusan tujuan yang baik memiliki prinsip SMART, yaitu Specific (memiliki sasaran yang jelas dalam suatu bidang tertentu), Measurable (dapat diukur), Achievable (tujuan yang rasional, dapat dicapai), Reasonable (layak, pantas, dan masuk akal), dan Time-phased (memiliki jangka waktu tertentu)

MANFAAT KEGAGALAN

KEGAGALAN bukan akhir dari segalanya, tetapi pertanda bahwa kita harus terus belajar. KEGAGALAN merupakan hal wajar yang dialami semua orang (Paulus W).

Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan, jadi sebenarnya kegagalan itu merupakan hal yang biasa dan lumrah, bukan hal yang aneh. Yang penting setelah itu apa yang perlu kita lakukan? Ada orang yang karena gagal menjadi putus asa dan menyerah, tidak mau mencoba atau melakukan hal tersebut lagi, tetapi ada orang lain yang menjadikan kegagalan ini sebagai batu loncatan untuk meraih keberhasilan.

Kegagalan bukan akhir hidup kita, tetapi kita malah perlu menganggapnya sebagai awal untuk melangkah ke depan, karena bila tidak mengalami kegagalan maka kita tidak mengetahui kekurangan atau kelemahan pribadi kita. Marilah kita jadikan kegagalan sebagai bahan introspeksi untuk memperbaiki diri, kita perlu belajar berbagai hal untuk mengatasi kelemahan dan ketidaktahuan kita. Dengan berbekal hal-hal baru tersebut kita dapat mencoba lagi dengan cara yang berbeda, sehingga pintu ke arah keberhasilan tetap terbuka.

Jadi janganlah putus asa bila mengalami kegagalan, tetapi jadikanlah cambuk untuk melihat kekurangan. Belajar, ubah sikap dan prilaku, serta mencoba lagi dengan cara yang berbeda, karena selalu ada peluang dan harapan untuk semua yang mau berusaha. Amin


KEGAGALAN PENYEBAB KESUKSESAN
Pada kenyataannya, kesuksesan mewakili 1% dari pekerjaan anda yang merupakan hasil dari 99% yang di sebut kegagalan (Soichiro Honda).

Untuk mencapai kesuksesan, bukan berarti kita tidak pernah gagal. Malah banyak kesuksesan yang diawali dengan berbagai kegagalan, misalnya Thomas Alfa Edison berhasil menemukan lampu pijar setelah puluhan kali mengalami kegagalan. Bagi Thomas, kegagalan itu harus dimaknai sebagai suatu cara yang salah untuk membuat lampu pijar, sehingga ia tidak akan mengulanginya lagi dan mencari cara lain yang baru.

Soichiro Honda juga mengatakan bahwa dari seluruh pekerjaan yang kita lakukan, kesuksesan itu hanya 1%, sedangkan 99% pekerjaan itu merupakan kegagalan. Yang penting kita terus berusaha dan tidak menyerah atas kegagalan yang kita alami. Jangan takut dan malu terhadap kegagalan yang terjadi, karena setiap orang pun pasti pernah mengalami kegagalan (bahkan sering juga …). Kemudian dibutuhkan juga kreativitas untuk mencoba berbagai cara baru agar tidak mengulangi kegagalan yang sama.

Tetapi untuk mencapai kegagalan bukan berarti kita harus gagal terlebih dulu. Dengan belajar dari pengalaman orang lain, bekerja keras, dan bekerja cerdas, maka selalu ada jalan untuk meraih kesuksesan dengan segera. Tentu saja hal ini terwujud bila kita juga mau berserah kepada Tuhan, dan menyelaraskan rencana kita dengan rencana-Nya yang indah dan terjadi tepat pada waktunya. Amin …












SELALU ADA JALAN
Ketika sebuah pintu kebahagiaan tertutup, yang lain terbuka, tetapi seringkali kita memandang terlalu lama pada pintu yang telah tertutup sehingga pintu kebahagiaan yang terbuka tidak terlihat.

Banyak kegagalan dan penolakan yang telah kita alami, tetapi janganlah hal ini membuat kita putus asa, karena percayalah semua orang ... telah pernah mengalaminya. Tetapi banyak orang yang merasa kecewa bila harapan atau cita-citanya tidak terwujud; ia terus meratapi kegagalan tersebut padahal sebenarnya Tuhan telah menunjukkan jalan lain yang sebenarnya lebih baik.

Kita tidak perlu meratapi masa lalu, karena tidak akan dapat terulang lagi. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah menatap masa depan dengan penuh harapan. Kegagalan pada masa lalu kita jadikan batu loncatan untuk meraih keberhasilan pada masa mendatang; carilah penyebab kegagalan, dan cara untuk mengatasinya, sehingga kita tidak akan mengalami kegagalan yang sama.

Selain itu kita pun perlu bersifat fleksibel dan tidak kaku sehingga bila kita mengalami kegagalan pada satu bidang, maka kita pun masih memiliki kemampuan di beberapa bidang lain. Karena kemungkinan pada bidang itulah kita memiliki kompetensi pribadi yang luar biasa.

KETERATURAN VS KETIDAKTERATURAN
Dimana ada ketidakaturan, di situlah ada cinta. Keteraturan yang sempurna itu bagaikan kuburan (Anthony de Mello).

Manakah yang lebih baik: keteraturan atau ketidakteraturan? Marilah kita tinjau satu persatu. Saat semua tidak teratur, tentu saja yang terjadi adalah kekacauan (chaos); semua pihak bertindak semaunya demi kepentingan kelompoknya sendiri. Hal ini kita rasakan pada saat euforia pasca reformasi. Masyarakat bertindak semaunya, tanpa memperhatikan hukum dan aturan lagi; maling ayam pun mereka tangkap lalu disiram bensin dan dibakar hidup-hidup.

Tetapi saat semua serba teratur dengan sempurna, mungkin dapat kita gambarkan saat jaman kekuasaan Presiden Soeharto; nah … saat itu kehidupan politik dan masyarakat menjadi statis dan apatis, karena semuanya sudah direkayasa dengan baik.

Memang ketidakteraturan tidak baik, demikian juga dengan keteraturan yang sempurna. Yang dibutuhkan adalah keteraturan yang memiliki fleksibilitas, sehingga semua pihak yang terlibat dapat menunjukkan kreativitasnya dalam berkarya. Hal ini menimbulkan cinta, sehingga ada antusiasme dalam hidup ini untuk selalu menemukan yang baru.

Marilah kita wujudkan hal tersebut dalam kehidupan kita, agar tidak kaku, artinya hanya menjalankan rutinitas dari waktu ke waktu. Tetapi tentu saja tidak bebas semua gua, karena hal ini pun membuat kita tidak punya pola untuk melakukan sesuatu. Dibutuhkan keseimbangan dalam menjalankan hidup ini. Ayo … mari kita wujudkan hidup yang tertata tetapi memiliki keindahan dan cinta!

PERBAIKI KEKURANGAN SENDIRI
Janganlah melihat kekurangan orang lain, tetapi lebih baik melihat kkurangan diri sendiri agar dapat segera diperbaiki sehingga kita semakin layak di mata Tuhan dan sesama.

Sebagai manusia kita lebih mudah melihat kekurangan orang lain daripada melihat kekurangan diri sendiri; seperti yang dikatakan pepatah ”gajah di seberang lautan kelihatan, tetapi selumbar di depan mata tidak tampak”. Cobalah Anda perlihatkan selembar kertas putih dengan lingkaran hitam di dalamnya, lalu tanyakan kepada seseorang ”Apa yang Anda lihat?”. Pada umumnya orang akan mengatakan ”Sebuah titik hitam ...”. Nah ... hal ini dapat digunakan sebagai ilustrasi bahwa seringkali kita lebih melihat sesuatu yang hitam (negatif) walaupun kecil daripada melihat yang putih (baik dan positif) meskipun lebih besar. Artinya karena perbuatan salah yang sedikit seringkali kita melupakan jasa-jasa yang telah dibuat orang itu.

Untuk itu marilah kita sekarang belajar untuk melihat orang lain dari kelebihannya yang positif, bukan dari kekurangannya, dan lihatlah kepada diri sendiri kekurangan apa yang ada pada diri kita. Setelah itu lakukan evaluasi dan tindakan perbaikan agar kekurangan tersebut dapat segera diatasi, baik di mata Tuhan maupun di hadapan sesama.

Bila kita menyadari bahwa kita seringkali tidak dapat mengendalikan emosi, sehingga sering memarahi orang lain secara kasar, maka kini kita berusaha untuk mengatasi hal tersebut, misalnya dengan jalan menarik nafas panjang bila ingin marah, atau pergi ke kamar mandi dulu untuk melepaskan kekesalan dengan memukul air (kalau memukul tembok kan yang sakit tangan kita sendiri). Bila kita merasa tidak mampu untuk mengatasi kelemahan tersebut, jangan ragu-ragu segeralah datang ke hadapan Tuhan, dan mohon agar Tuhan yang memampukan kita. Percayalah ... semua akan teratasi.

LIMA BAHASA KASIH
Ada lima bahasa kasih, yaitu pujian, waktu yang berkualitas, hadiah, melayani, dan sentuhan. Setiap orang memiliki bahasa kasih yang unik, karena itu ketahuilah bahasa kasihnya sehingga Anda dapat memberikan yang sesuai.

Setiap manusia memang memiliki ciri khas masing-masing, baik sifat, tingkah laku, hobi, kegemaran, dan sebagainya. Artinya, apa yang saya suka, belum tentu orang lain suka. Apa yang terbaik bagi saya, belum tentu terbaik bagi orang lain. Seringkali kita memperlakukan orang lain seperti kita memperlakukan diri sendiri, artinya kita menganggap orang lain menyukai semua yang kita suka.

Jadi sebenarnya bila Anda mengasihi seseorang, maka Anda perlu memberikan kepada orang itu segala sesuatu yang dia inginkan, bukan yang Anda inginkan. Untuk itu Gary
Chapman mengungkapkan bahwa dalam berhubungan dengan orang lain, kita perlu mengetahui jenis ‘bahasa kasih’ orang tersebut, sehingga kita dapat menjangkau hatinya.
Gary Chapman mengungkapkan bahwa ada lima hal yang biasanya menjadi "bahasa kasih" setiap orang, yaitu :
1. Kata-kata pujian. Biasanya orang ini bahagia atau merasa dikasihi jika mereka mendapatkan kata-kata positif, seperti dukungan, pujian, pengakuan dan lain-lain. Dan sangat menyakitkan bila mereka mendapatkan cacian, kata kasar, dan sebagainya.
2. Saat bersama. Kelompok ini merasa dikasihi jika orang yang mereka sayangi mau meluangkan waktu untuk mendengarkan mereka, berbincang-bincang dari hati ke hati, jalan-jalan dan sebagainya.
3. Hadiah. Orang jenis ini sangat senang jika mendapat pemberian, meski yang paling sederhana sekalipun.
4. Bantuan. Orang dengan tipe bahasa kasih seperti ini sangat bahagia jika orang yang mereka sayangi mau meluangkan waktu untuk membantu mereka, meski sedang sangat sibuk.
5. Sentuhan. Kelompok ini berbahagia bila mereka mendapatkan tepukan di bahu, pelukan, gandengan tangan, dan yang sejenisnya.

Dengan mengetahui bahasa kasih pasangan kita, anak, atau siapa pun mereka, maka kita dapat membuat orang itu senang karena kita telah memberikan sesuatu yang mereka inginkan. Untuk itu marilah kita ketahui bahasa kasih rekan kita, dan berikan yang sesuai untuknya, dan kemudian kita tersenyum melihat rekan kita … berbahagia.
Amin.


BANTULAH ORANG LAIN
Anda dapat memperoleh semua yang anda inginkan dalam hidup ini jika anda membantu anyak orang lain untuk mewujudkan yang mereka inginkan (Zig Ziglar).

Manusia adalah mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan orang lain. Kita membutuhkan bantuan dari orang lain dan orang lain pun membutuhkan bantuan dari kita, karena itu kita perlu saling membantu. Tetapi untuk melakukan hal ini hendaknya janganlah kita minta dibantu dulu, tetapi marilah kita segera membantu orang orang lain terlebih dulu agar keinginan mereka terwujud. Hendaknya diri kita yang menjadi initiator untuk melakukan hal yang baik, jadi marilah kita membantu tanpa mengharapkan bantuan terlebih dulu.

Dengan membantu orang lain, maka ada dua orang yang berbahagia, yaitu orang yang telah menerima bantuan dan orang yang telah membantu. Jadi dengan membantu pun kita memiliki kebahagiaan sendiri, apalagi bila bantuan tersebut kita berikan dengan hati yang tulus.

Percayalah, bantuan kita tidak akan sia-sia; pada suatu saat nanti orang itu yang akan membantu kita saat kita membutuhkannya, kalau tidak pun pasti Tuhan mengutus orang lain untuk membantu kita. Jadi marilah kita menyingsingkan tangan untuk selalu siap membantu orang lain, dan selanjutnya serahkanlah kepada Tuhan. Pasti Dia memberikan yang terbaik untuk kita semua. Amin.

Sebagai ilustrasi nyata, marilah kita lihat kisah nyata dari seorang pelayan hotel berikut ini.

PELAYAN HOTEL

Bertahun-tahun dahulu, pada malam hujan badai, seorang laki-laki tua dan istrinya masuk ke sebuah lobby hotel kecil di Philadelphia. Mencoba menghindari hujan, pasangan ini memdekati meja resepsionis untuk mendapatkan tempat bermalam. Dapatkan anda memberi kami sebuah kamar disini ?" tanya sang suami.

Sang pelayan, seorang laki-laki ramah dengan tersenyum memandang kepada pasangan itu dan menjelaskan bahwa ada tiga acara konvensi di kota. Semua kamar kami telah penuh," pelayan berkata. Tetapi saya tidak dapat mengirim pasangan yang baik seperti anda keluar kehujanan pada pukul satu dini hari. Mungkin anda mau tidur di ruangan milik saya ? Tidak terlalu bagus, tapi cukup untuk membuat anda tidur dengan nyaman malam ini."

Ketika pasangan ini ragu-ragu, pelayan muda ini membujuk. "Jangan khawatir tentang saya. Saya akan baik-baik saja," kata sang pelayan. Akhirnya pasangan ini setuju. Ketika pagi hari saat tagihan dibayar, laki-laki tua itu berkata kepada sang pelayan, "Anda seperti seorang manager yang baik yang seharusnya menjadi pemilik hotel terbaik di Amerika. Mungkin suatu hari saya akan membangun sebuah hotel untuk anda."

Sang pelayan melihat mereka dan tersenyum. Mereka bertiga tertawa. saat pasangan ini dalam perjalanan pergi, pasangan tua ini setuju bahwa pelayan yang sangat membantu ini sungguh suatu yang langka, menemukan sesorang yang ramah bersahabat dan penolong bukanlah satu hal yang mudah.

Dua tahun berlalu. Sang pelayan hampir melupakan kejadian itu, ketika ia menerima surat dari laki-laki tua tersebut. Surat tersebut mengingatkannya pada malam hujan badai dan disertai dengan tiket pulang-pergi ke New York, meminta laki-laki muda ini datang mengunjungi pasangan tua tersebut. Laki-laki tua ini bertemu dengannya di New York, dan membawa dia ke sudut Fifth Avenue and 34th Street. Dia menunjuk sebuah gedung baru yang megah disana, sebuah istana dengan batu ke-merah-an, dengan menara yang menjulang ke langit "Itu," kata laki-laki tua, "adalah hotel yang baru saja saya bangun untuk engkau kelola". "Anda pasti sedang bergurau," jawab laki-laki muda. “Saya jamin, saya tidak," kata laki-laki tua itu,dengan tersenyum lebar.

Nama laki-laki tua itu adalah William Waldorf Astor, dan struktur bagunan megah tersebut adalah bentuk asli dari Waldorf-Astoria Hotel. Laki-laki muda yang kemudian menjadi manager pertama adalah George C. Boldt. Pelayan muda ini tidak akan pernah melupakan kejadian yang membawa dia untuk menjadi manager dari salah satu jaringan hotel paling bergengsi di dunia.

Pelajarannya adalah.....perlakukanlah semua orang dengan kasih, kemurahan dan hormat dan anda tidak akan gagal.

MEMBERI DENGAN TULUS
Tidak mampu untuk memberi tidaklah salah, tetapi tidak ada hati untuk memberi itulah yang salah... (Rolinda Foenay)

Kebanyakan orang hanya mau menerima, tetapi segan atau tidak mau untuk memberi. Hal ini berlaku bukan hanya untuk uang, tetapi juga untuk informasi dan ilmu pengetahuan; banyak orang yang mengatakan “Informasi atau ilmu ini saya peroleh dengan susah payah dan biaya yang mahal, jadi tidak mungkin saya berikan secara cuma-cuma”. Ternyata memang banyak orang menghitung dulu keuntungan atau kerugin bila ia memberikan sesuatu kepada orang lain.

Bila kita tidak memiliki apa-apa, maka sebenarnya niat untuk memberi saja sudah luar biasa; tidak salah bila kita tidak memberi karena kita tidak mampu, tetapi niat untuk berbagai sudah merupakan suatu hal yang positif. Bila kita mampu, tentu saja niat saja tidak cukup, tetapi harus diwujudkan dengan tindakan memberi secara nyata. Tetapi tindakan memberi saja tidak cukup bila tidak dilengkapi dengan ketulusan; memberi itu harus dari hati dan dengan kasih, tanpa mengharapkan imbalan apa pun serta tanpa perhitungan untung rugi.

Bila kita mulai berhitung untung rugi, maka saat itu kasih sudah mati dalam diri kita. Sudah semestinya kita memberi, karena sebenarnya kita telah banyak diberi berbagai hal oleh Tuhan; Oksigen yang kita hirup diberikan Tuhan secara gratis, coba bandingkan dengan Oksigen di RS yang harus kita bayar dengan cukup mahal per tabungnya. Belum lagi bakat, rejeki, kesehatan, orang-orang yang kita kasihi, pekerjaan dan lain-lain, semua diberikan oleh Tuhan untuk kita. Apa yang dapat kita lakukan sebagai ucapan syukur?

TENTUKAN REAKSI YANG TEPAT
Hanya 10% dari kehidupan kita ditentukan oleh kejadian yang berada di luar kendali kita, seperti bencana alam, keterlambatan pesawat dll. Tetapi 90% lagi tergantung dari tindakan dan reaksi kita sendiri, karena itu tentukanlah reaksi yang tepat.

Banyak hal yang mempengaruhi kehidupan kita pada masa mendatang, tetapi bila kita mengalami kegagalan seringkali kita meng’kambing hitam’kan kejadian yang berada di luar kendali kita. Padahal seharusnya kita bertanggungjawab atas setiap keberhasilan dan kegagalan yang kita alami, karena 90% hal tersebut sebenarnya ditentukan oleh tindakan dan reaksi kita sendiri. Kegagalan terjadi karena kita kurang mempersiapkan diri dengan baik atau karena kita menunda-nunda kesempatan yang diberikan.

Karena itu sebaiknya kita terus belajar dan mempersiapkan diri semaksimal mungkin sehingga bila ada kesempatan yang datang kita sudah siap untuk meraihnya. Tentu saja sebelumnya kita perlu memikirkan tindakan terbaik yang perlu kita lakukan serta tidak lupa untuk mempertimbangkan resiko yang akan terjadi.

Dalam mengambil keputusan dibutuhkan pengetahuan, pengalaman, serta insting juga. Serta jangan lupa berdoa untuk memohon petunjuk dari Tuhan, karena banyak hal yang berada di luar kemampuan diri kita. Memang betul semua ditentukan oleh diri kita, tetapi manusia itu memiliki berbagai keterbatasan dan kelemahan, karena itu kita perlu selalu berserah kepada-Nya. Amin.


TENTUKAN MASA DEPAN MU
Ubah nasib malang menjadi gemilang, ubah buntung menjadi untung, ubah keluh kesah menjadi decak... Semua ditentukan oleh usaha Anda sendiri dan kehendak Tuhan (DAG).

Apakah masa depan kehidupan kita tergantung dari masa lalu yang telah kita alami? Hal ini jelas tidak benar; masa lalu memang menjadi sumber belajar dan pengalaman kita, tetapi masa depan ditentukan oleh tindakan yang kita lakukan sekarang. Percuma saja masa lalu yang gemilang, bila saat ini kita hanya diam saja dan berpuas dengan masa lalu. Apa pun yang terjadi pada masa lalu, kita perlu terus belajar dan melakukan perubahan serta perbaikan untuk menatap masa depan.

Jadi janganlah menyerah terhadap keadaan, karena setiap orang memiliki potensi yang luar biasa dari Tuhan. Kita perlu mengoptimalkan semua potensi tersebut dan lakukanlah hal tersebut sekarang juga jangan menunda-nunda lagi. Bila ada kesempatan, raihlah dengan segera karena kesempatan tidak datang dua kali, tetapi untuk meraih hal tersebut kita perlu memiliki persiapan yang matang. Prestasi dapat diraih bila kesempatan bertemu dengan persiapan.

Selain itu masih ada faktor terpenting yang perlu kita ingat terus, yaitu rencana Tuhan. Kita perlu menyesuaikan rencana kita dengan rencana Tuhan, karena Tuhan memiliki rencana yang lebih indah dan lebih sempurna dibandingkan dengan rencana manusia. Jadi sebelum melaksanakan rencana kita, berserahlah kepada Tuhan dan mintalah agar Tuhan menyempurnakan rencana tersebut sesuai dengan kehendak-Nya.

BELAJAR DARI KESALAHAN
Tiap orang harus mawas diri dan selalu mengevaluasi tindakannya, yang salah dan benar.
Orang yang tidak mengenal kesalahannya, tidak pernah mengenal kebaikannya (Joan Chittister).

Tidak ada orang yang selalu benar, semua orang pasti pernah berbuat kesalahan. Berbuat salah itu normal, asalkan kita mau belajar dari kesalahan tersebut dan tidak mengulanginya lagi. Kita perlu mengevaluasi setiap tindakan yang telah kita lakukan; periksalah apakah tindakan tersebut benar atau salah. Bila benar kita perlu mempelajari berbagai faktor kunci keberhasilannya, dan memikirkan bagaimana meningkatkannya lagi. Sedangkan bila salah kita perlu mencari sumber kesalahannya, dan mencari solusi untuk mengatasi hal tersebut, sehingga tidak terulang kembali.

Bila ada orang yang berprinsip bahwa semua yang terjadi hanya kebetulan, maka ia tidak akan pernah maju, karena tidak pernah mau belajar. Ia hanya mengalir mengikuti air; syukur bila dibawa ke air yang jernih, tetapi akan sangat menderita bila dibawa ke air yang kotor dan beracun.

Jadi kita perlu selalu mawas diri dan mengevaluasi setiap tindakan kita; pelajari semuanya sehingga kita mendapat banyak manfaat demi kemajuan kita. Amin …


MANFAATKAN KARUNIA DARI TUHAN
Anugerah dan karunia dari Tuhan perlu kita manfaatkan, terutama untuk melayani. Jika tidak dipakai maka lama-lama akan menjadi tumpul dan tidak berguna (DAG).

Tuhan sudah mempersiapkan kita untuk menjadi alat-Nya, yaitu sebagai perpanjangan tangan-Nya untuk melayani orang lain di sekitar kita. Tentu saja untuk melakukan hal tersebut, Tuhan tidak tinggal diam; Dia sudah memberikan berbagai anugerah dan karunia kepada kita sebagai bekal dan alat yang bermanfaat untuk melayani orang lain. Jadi bila kita pergi untuk bekerja bagi Tuhan, janganlah kuatir karena Ia sudah membekali kita dengan berbagai kemampuan adan kekuatan untuk melaksanakan tugas tersebut.

Misalnya bila kita memiliki suara yang bagus, maka gunakan hal tersebut untuk bernyanyi dan memuji Tuhan. Bila memiliki karunia untuk mengajar, gunakan untuk memperkenalkan Tuhan kepada orang lain. Bila memiliki karunia memimpin, gunakan untuk memimpin teman-teman sehingga pelayanan kita menjadi lebih terkoordinir baik.

Gunakan semua anugerah dan karunia dari Tuhan semaksimal mungkin, karena bila tidak digunakan maka karunia tersebut menjadi tidak berguna dan menjadi tumpul, sehingga akhirnya karunia itu hilang kembali. Mungkin … Tuhan berpendapat kalau karunia tersebut tidak berguna, maka lebih baik diambil lagi.

ORANG BIJAKSANA MENGENDALIKAN LIDAH
Orang bijaksana berpikir tanpa bicara, orang bodoh bicara tanpa berpikir.
Bila kita emosional mungkin ada orang yang akan tersinggung, jadi kendalikanlah mulutmu.

Lidah memang tidak bertulang, sehingga dengan sangat mudah kita mengeluarkan berbagai kata-kata, baik yang positif maupun negatif. Dampaknya mungkin tidak langsung terlihat tetapi dengan berjalannya waktu ternyata ada orang yang tersanjung, tetapi di sisi lain banyak juga yang tersinggung. Lidah memang kecil dan lemah, namun dapat menimbulkan dampak yang sangat dahsyat, mampu menimbulkan permusuhan, pembunuhan, bahkan peperangan.

Ibu Teresa mengatakan “Kata-kata yang indah bisa saja singkat dan mudah diucapkan, tetapi gemanya tidak pernah berakhir…”. Memang dampak dari pujian yang tulus sangat menyenangkan bagi orang yang menerimanya. Sebaliknya kata-kata yang kasar memberikan kesan yang menyakitkan dan menimbulkan sakit hati. Ingatlah bahwa mulutmu adalah harimaumu.

Sebelum kata-kata keluar dari mulut kita, sebaiknya kita pikirkan dulu dampak yang akan terjadi, sehingga bila kita anggap dapat menimbulkan dampak negatif, maka ubahlah kata-kata tersebut, atau lebih baik diam dan tidak mengucapkannya. Hal ini dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW: ” …ucapkanlah kata-kata yang baik, atau (bila tak bisa, lebih baik) diam…”

Jadi marilah kita mengendalikan lidah dengan terlebih dahulu mengendalikan emosi kita, pikirkan setiap perkataan yang akan kita ucapkan. Berikan ungkapan kasih didalamnya, sehingga tidak menimbulkan dampak yang merugikan


MENOLONG TANPA PAMRIH
Untuk menolong, jangan tunggu kesempatan besar dan disorot banyak orang. Temukan kesempatan kecil setiap hari untuk berbuat baik tanpa perlu diperhatikan orang (Sally Koch).

Saat kita melakukan suatu tindakan, kita perlu berpikir “bagaimana nanti”, agar tidak menyesal pada masa depan. Tetapi saat kita ingin bertindak baik, misalnya menolong orang lain, yang relatif tidak memiliki resiko, maka lakukanlah tindakan tersebut dengan segera tanpa perlu berpikir terlalu lama.

Banyak orang, terutama yang terkait dengan pencitraan diri dan politik, memberikan pertolongan atau bantuan dengan pamrih, yaitu agar mereka disorot berbagai media massa, sehingga perbuatan mereka ini diketahui banyak orang, dan memberi dampak positif bagi dirinya. Misalnya partai tertentu, yang biasanya tidak pernah kedengaran aktivitasnya, tiba-tiba muncul saat memberikan bantuan pada korban bencana alam; mereka membawa berbagai spanduk besar yang menunjukkan identitasnya agar terlihat saat disorot kamera.

Ada orang-orang yang pada saat dibutuhkan tidak nampak batang hidungnya, tetapi bila ada momen yang dapat menampilkan dirinya, ia menjadi orang nomor satu. Nah hendaknya kita tidak perlu seperti orang itu. Tetapi marilah kita memberikan bantuaan tanpa perlu diketahui orang lain; apa yang diperbuat tangan kanan tidak perlu diketahui oleh tangan kiri. Yang penting kita memberi bantuan tanpa pamrih; lakukan berbagai hal yang kecil sekarang juga bila hal itu bermanfaat bagi orang lain.

PENTINGNYA INFORMASI
Mengetahui kapan seseorang dapat atau tidak dapat bertempur adalah kemenangan. Mengetahui cara menggunakan yang banyak dan yang sedikit adalah kemenangan (Sun Tzu).

Keadaan sebenarnya yang kita dapat adalah data, sedangkan informasi adalah data yang telah diolah sehingga memiliki nilai tambah, berupa makna atau arti yang diperoleh; informasi ini menjadi dasar bagi pengambilan keputusan yang tepat.

Tanpa informasi, kita sulit membuat keputusan, tetapi dengan informasi yang akurat maka keputusan kita pun menjadi lebih tepat. Jadi sebelum membuat keputusan, maka sebaiknya kita mengumpulkan data dan mengolahnya menjadi informasi yang bermakna.

Hal inilah yang ditekankan oleh Sun Tzu, ahli perang jaman Tiga Kerajaan di Cina. Untuk meraih kemenangan dalam suatu pertempuran dibutuhkan banyak informasi, misalnya informasi apakah musuh dapat bertempur atau tidak, informasi mengenai penggunaan sumber daya secara tepat, tidak berkekurangan tetapi juga tidak berlebih.

Prinsip-prinsip yang diterapkan Sun Tzu pada jaman tersebut, ternyata tetap dapat berlaku dalam persaingan antar negara, atau antar perusahaan dalam bisnis. Jadi jangan remehkan informasi, karena ia merupakan salah satu dasar kemenangan kita. Amin …


TINDAKAN.. BUKAN PERKATAAN
Orang mungkin meragukan kata-kata Anda. Tetapi mereka mempercayai tindakan yang telah Anda lakukan. Jadi ... janganlah menjadi NATO (No Action Talk Only) !

Mengucapkan kata-kata itu sangat mudah; hal ini banyak dilakukan hanya untuk menyenangkan atau membohongi orang lain. Karena itu banyak muncul istilah, seperti “janji palsu”, “memang lidah tidak bertulang”.

Untuk menjadi manusia yang bertanggungjawab, maka kita hendaknya tidak mudah berkata-kata, tetapi mudah melakukan tindakan untuk mewujudkan keinginan kita. Kita perlu belajar mengendalikan mulut dan lidah agar tidak terlalu mudah untuk mengumbar janji; kita perlu berani untuk mengatakan “tidak” terhadap berbagai hal yang memang tidak sesuai dengan diri kita atau yang memang tidak dapat kita laksanakan.

Di sisi lain, bila kita telah mengucapkan janji, maka kita perlu terus berusaha semaksimal mungkin untuk mewujudkannya. Memang belum tentu berhasil, tetapi tindakan yang telah kita lakukan menunjukkan tekad kita sehingga orang lain pun menjadi percaya.

Kita juga perlu menyadari bahwa sudah menjadi sifat manusia yang baru percaya dan yakin jika telah melihat buktinya. Untuk itu kiranya setiap saat kita perlu selalu siap action.


YES.. WE CAN
Jangan takut menghadapi permasalahan hidup karena di dalam Tuhan selalu ada harapan. Dengan pertolongan-Nya kita pasti sanggup. Yes, we can (Bambang Nur).

Sebagai manusia, kita lemah, tidak berdaya, cepat putus asa saat masalah menghadang kita. Banyak orang yang mengambil jalan pintas saat tidak berdaya lagi menghadapi masalah, baik penyakit, perekonomian, maupun keluarga, misalnya dengan lari ke minuman keras, narkoba, bahkan tidak sedikit yang bunuh diri.

Lihatlah gambar di atas, orang itu adalah Oscar Pistorius¸ pemecah rekor dunia lari dan peraih 3 medali emas Olimpiade tahun 2008. Lihatlah kakinya … ternyata telah diamputasi sejak usia 11 bulan. Ia terpilih sebagai salah satu orang paling berpengaruh pada tahun 2008. Marilah kita belajar dari Oscar, yang meskipun menderita cacat, tetapi tidak pernah mengalah terhadap keadaan. Ia terus berusaha dan meraih prestasi yang terbaik.

Saat masalah menghadang hidup kita, janganlah mengandalkan kekuatan manusia, karena semuanya tidak berguna. Ilmu pengetahuan kita masih terbatas, kepandaian kita masih kurang, kekuatan kita akan habis; semua sumber daya yang ada pada diri kita memiliki keterbatasan. Memang manusia terus mengembangkannya, misalnya dengan menciptakan teknologi baru, obat-obat yang mujarab dan lain sebagainya. Tetapi semua belum cukup, karena teknologi berkembang terus, penyakit baru selalu muncul sehingga pengembangan teknologi, obat-obatan berjalan terus dan membutuhkan waktu yang relatif panjang.

Janganlah takut terhadap masalah tersebut, karena sebagai orang beriman kita memiliki Tuhan yang maha besar. Dia sanggup membantu kita untuk mengatasi semua masalah tersebut. Semua penyakit dapat disembuhkannya, mujizat dapat terjadi setiap saat, dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Mari kita mengandalkan kekuatan Tuhan yang luar biasa pada saat kita tak berdaya. Datanglah padanya dan ajukan permohonan kita, maka sebagai Tuhan yang maha pengasih, Dia segera akan turun tangan menyelesaikan semua permasalahan yang kita hadapi. Yang perlu kita lakukan adalah berserah dan tetap percaya kepada-Nya. Bersama Tuhan, tidak ada yang mustahil … Yes, we can!



JADILAH ORANG BAIK
Bila ada orang berbuat jahat kepadamu, ampunilah dia agar jangan ada dua orang jahat. Orang jahat kedua adalah orang yang tidak mau mengampuni.

Hukum jaman dulu adalah ”mata balas mata, tangan balas mata”, artinya lakukan hal yang sama bila kita disakiti. Akibatnya dalam dunia ini yang terjadi adalah hukum balas dendam seperti yang sering kita lihat dalam berbagai film silat. Bila hal ini terjadi maka akhirnya adalah musnah semua.

Mengapa orang itu menyakiti kita? Banyak alasan yang mungkin, pertama mungkin kita yang bersalah lebih dulu, kedua karena dia salah menginterpretasikan maksud kita atau tidak sengaja, dan ketiga mungkin karena ia memang jahat dan mau menyakiti kita. Jadi seringkali hanya perasaan kita yang menyatakan bahwa orang itu telah menyakiti kita, padahal kita tidak tahu alasan atau maksud dia sebenarnya. Kita perlu mengintrospeksi diri kita dan mengumpulkan informasi; jangan langsung mengumpat atau (apalagi) membalas hal yang sama pada orang itu. Bila kita membalas padahal orang itu bermaksud baik, maka jelas kita lah yang berbuat jahat padanya.

Bila memang telah terbukti bahwa orang itu menyakiti kita, maka ampunilah dia dan doakan agar dia mengalami pertobatan. Memang tidak mudah, tetapi dengan berserah pada Tuhan maka semuanya pasti dapat terjadi. Janganlah menuruti emosi untuk membalasnya karena hal itu menunjukkan kita tidak berbeda dengan dia; bila dia (kita nilai) jahat, maka sebenarnya kita pun jahat. Ubahlah hukum balas dendam menjadi hukum kasih, karena hal ini tidak membuat ada dua orang menjadi jahat!

MANAJEMEN KEHIDUPAN
Jangan takut bahwa hidup anda akan berakhir, melainkan takutlah bahwa hidup anda tidak pernah dimulai (Cardinal Newman).

Hidup memang kita jalani hanya satu kali, karena itu kehidupan ini perlu kita jalani dengan sebaik mungkin. Saat manusia lahir, banyak orang di sekeliling kita yang tersenyum atau tertawa bahagia karena seseorang yang hebat dengan berbagai potensi telah hadir di dunia.

Tetapi setelah bayi itu bertumbuh, ternyata ia tidak tumbuh sesuai harapan, banyak potensinya yang hilang atau mati sebelum berkembang. Banyak kemungkinan yang menyebabkan hal ini terjadi, salah satu penyebab utamanya adalah karena ia tidak pernah memanfaatkan potensi tersebut. Ia tidak pernah memulai hidupnya sendiri secara nyata, karena hanya ketakutan atau kekuatiran yang ada di pikirannya.

Hidup perlu dimulai sekarang; jangan ragu untuk memulai sesuatu yang kita impikan pada saat ini juga. Bangunlah niat untuk mewujudkan impian kita, lalu segeralah bertindak untuk melaksanakannya. Jangan takut untuk memulai hidup!

Bila hidup telah kita jalani dengan baik, maka tidak ada yang perlu kita kuatirkan tentang akhir dari hidup kita, yaitu kematian. Dengan hidup baik, jujur, tidak berbuat (banyak) dosa, serta menjalankan iman agama kita dengan sungguh-sungguh, maka yakinlah pintu Surga telah terbuka untuk kita.

Bila saat lahir kita tidak membawa apa pun juga, demikian juga saat kita mati nanti; tidak ada yang dapat kita bawa dari dunia ini. Kehidupan kita menjadi sangat bernilai, bila pada saat kita meninggal nanti banyak orang di sekeliling kita yang menangis karena mereka kehilangan seseorang yang sangat bernilai bagi diri mereka.

Karena itu buatlah kehidupan kita masing-masing menjadi bernilai untuk diri sendiri dengan memanfaatkan semua potensi dan kemampuan yang telah ada pada diri kita. Selain itu tentu saja kehidupan yang kita jalani juga perlu bermanfaat untuk orang lain: keluarga, masyarakat, dan bagi semua umat manusia.


BELAJAR DAN PRAKTEKKAN
Jadi murid berarti selalu belajar dan mempraktekkan yang telah dipelajari karena hanya dengan demikian kamu terus belajar (David Knight).

Salah satu peran yang perlu sering kita perankan dalam kehidupan ini adalah menjadi murid, artinya kita perlu terus belajar, bukan hanya di bangku sekolah atau kuliah, tetapi setiap saat dimanapun kita berada. Janganlah segan-segan untuk belajar, karena banyak hal baru yang belum kita ketahui di sekeliling kita. Mungkin kita tidak dapat mengetahui secara mendalam mengenai semua hal, tetapi bila kita dapat menjadi ahli dalam satu bidang tertentu, maka kita merupakan manusia yang luar biasa.

Semua yang telah kita pelajari, baru merupakan konsep dalam diri kita; selanjutnya kita perlu melakukan semua yang telah kita pelajari, artinya kita mempraktekkannya dalam proses kehidupan kita. Dan jangan lupa setelah kita berhasil, maka sekarang kita dapat memerankan sebagai guru, yang bertugas untuk membagikan hasil yang telah kita pelajari kepada orang-orang lain yang belum mengetahuinya.

Sharing merupakan salah satu metoda untuk membagikan pengetahuan. Dengan berbagi (pengetahuan), maka kita tidak akan kehilangan, malahan pengetahuan kita bertambah karena saat berinteraksi dengan para murid, mereka banyak mengajukan pertanyaan yang menjadi bahan pemikiran kita atau mereka mengajukan pendapat dan pengetahuan mereka yang mungkin juga belum kita ketahui. Jadi dengan menjadi guru, kita juga sekaligus menjadi murid, karena ilmu kita terus bertambah.


RINTANGAN MEMBUAT MANTAP
Rintangan tidak dapat menghentikan saya, setiap rintangan menghasilkan ketetapan hati yang kuat, ia yang telah memutuskan untuk menjadi bintang tidak akan mengubah pikirannya (Leonardo da Vinci).

Tidak ada kehidupan yang selalu kita jalani dengan mulus; pasti ada rintangan dan hambatan yang menghalangi langkah-langkah kita dalam menjalani kehidupan ini. Kehidupan tidak seperti jalan tol yang mulus (eh… di Indonesia sih jalan tol juga penuh kemacetan), tetapi seperti melintasi jalan biasa, yang kadang-kadang mulus, tetapi ada juga yang berlubang sehingga kita harus hati-hati, atau juga melalui perempatan sehingga kita harus hati-hati, dan lain sebagainya.

Leonardo da Vinci menyatakan bahwa kita perlu membangun niat dalam pikiran kita. Tentang niat saya kutipkan tulisan Agus Setiawan, founder Baca Kilat, dalam email:
“Niat jauh lebih kuat dibandingkan dengan impian, goal, atau bahkan angan-angan. Niat menegaskan kepada pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita bahwa kita benar-benar serius ingin mencapainya. Niat harus kita tuliskan di atas kertas. Ini artinya, kita memerintahkan pikiran kita untuk mewujudkan itu pada kita. Lalu tutuplah kalimat niat dengan ‘atau lebih baik’. Misalnya: Saya niat untuk menghasilkan 200.000.000 per bulan di tahun 2011 atau lebih baik. Niat yang dituliskan dengan tegas menunjukkan keseriusan dalam diri.”.

Dengan niat yang sudah terbangun dalam diri kita, maka rintangan bukan menjadi penghambat lagi dan tidak dapat menghentikan niat kita. Rintangan yang kita hadapi malah membuat tekad kita semakin kuat; kita terus berusaha dan belajar lagi untuk mewujudkan niat kita tersebut.

BERSYUKURLAH SENANTIASA
angan gembira kalau melihat seseorang ditindas.
Jangan kesal kalau seseorang mendapat berkah (Alexander Pope).
Bersukurlah senantiasa !

Panca indra merupakan pintu masuk dari luar; ia berfungsi sebagai tustel yang memotret keadaan di luar lalu memasukkan data tersebut ke dalam otak. Berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang telah ada di dalam otak, maka data tersebut dianalisis dan diberikan kesan. Jadi data yang semula bersifat netral, setelah diberi kesan maka kita sekarang memiliki perasaan yang dapat positif, tetapi juga dapat negatif.

Saat salah seorang rekan kita mendapatkan hadiah karena prestasi yang telah dibuatnya, maka mungkin ada orang yang iri hati sehingga ia menjadi kesal dan menganggap prestasi tersebut biasa-biasa saja. Ttetapi di pihak lain, ada juga yang turut bahagia dan bersyukur karena bangga terhadap prestasi tersebut.

Hal mana yang kita pilih tentu saja tergantung dari pikiran kita, tetapi janganlah kita dikendalikan oleh pikiran. Kita lah yang menjadi tuan atas pikiran kita, karena itu kendalikanlah pikiran agar setiap data dari luar selalu kita beri makna yang positif, yaitu dengan membuang iri hati dan dengki, serta bersyukur senantiasa atas segala hal yang kita alami. Misalnya bersyukur terhadap prestasi rekan yang berhasil karena menjadi dorongan bagi diri kita sendiri untuk menjadi lebih maju lagi.

MENAJDI GREAT
Curahkanlah segala yang ada pada dirimu untuk semua yang kamu lakukan (Ajahn Brahmavams, guru spiritual).
Anda belum gagal sampai anda telah terkapar menyerah (Tom Monaghan, Domino’s Pizza).

Dalam melakukan segala sesuatu yang positif, kita perlu mencurahkan seluruh potensi yang ada pada diri kita untuk mencapai hasil terbaik. Berusahalah secara maksimal, pantang menyerah sampai titik darah penghabisan, dan jangan cepat putus asa.

Banyak di antara kita yang ingin mencapai sesuatu tetapi tidak dengan sepenuh hati; prinsipnya “daripada tidak, hasil sedikit pun lumayanlah”. Dengan semangat sepenuh hati, kita tidak puas dengan hasil lumayan, jangan puas juga dengan hasil baik, tetapi berusahalah untuk menjadi yang terbaik.

Jim Collins dalam bukunya Good to Great menyatakan bahwa Good adalah musuh dari Great. Karena bila kita sudah merasa baik maka seringkali kita menjadi puas dan berhenti serta tidak mau lagi melangkah ke tahap “Great”. Jadi jangan berpuas di tahap “Good” tapi marilah kita maju ke tahap “Great”. Untuk mencapai hal tersebut, maka kita pun perlu melakukan berbagai hal, memiliki semangat, dan berusaha secara “Great”.

HIDUPLAH DENGAN HATI HATI
Hidup tidak seperti DVD player yang dapat diulang dan dimajukan seenaknya. Hidup hanya punya tombol PLAY dan STOP. Jadi hati-hati menjalankannya agar tidak menyesal.

Kehidupan dimulai saat kita lahir dan berakhir pada saat kita meninggal. Saat kita lahir banyak orang tertawa dan saat kita meninggal diharapkan banyak orang yang menangis kehilangan. Untuk itu marilah kita membuat hidup kita menjadi berarti dan bernilai bagi diri sendiri dan juga bagi banyak orang lain.

Tetapi kita pun perlu realitas, karena hidup tidak hanya dihiasi dengan kesuksesan dan kebahagiaan, tetapi banyak juga kegagalan, tantangan yang perlu kita atasi, dan berbagai hambatan yang kita alami. Semua ini perlu kita hadapi dengan tegar; kita tidak dapat mengabaikan dengan menghapus atau melewati dengan seenaknya. Semua yang telah kita alami menjadi bahan pelajaran dan refleksi bagi hidup kita pada masa yang akan datang.

Hidup juga tidak dapat diulang kembali, karena itu hidup perlu kita jalani dengan hati-hati agar tidak menyesal. Ingat ... penyesalan itu datangnya terlambat!


PENYEBAB PENDERITAAN
Penderitaan adalah tanda bahwa kita telah melakukan pendekatan yang salah. Untuk itu kita perlu melakukan sesuatu yang berbeda (Steve Andreas).

Tidak ada manusia yang ingin menderita, tetapi ternyata banyak manusia yang menderita. Apa yang menyebabkan semua penderitaan ini? Jelas penyebab utama adalah diri kita sendiri, misalnya kemalasan, meremehkan lawan, tidak serius dll. Semua hal tersebut membuat hasil yang kita dapat tidak memuaskan. Hasil yang tidak sesuai harapan ini menyebabkan kita kecewa. Bila kekecewaan ini dipikirkan dan dirasakan terus menerus maka menimbulkan penderitaan.

Penderitaan terjadi karena kita melakukan pendekatan atau tindakan yang salah; untuk itu itu kita perlu mengubahnya dan melakukan pendekatan yang berbeda. Hilangkan semua tindakan negatif di atas dan kendalikan perasaan dengan selalu bersyukur atas segala hal yang kita alami. Milikilah tekad pantang menyerah dan hati yang kuat!

Perlu diingat juga bahwa penderitaan bukan berasal dari Tuhan, karena Dia menginginkan umat-Nya bahagia. Rancangannya adalah rancangan damai sejahtera dan sukacita, bukan rancangan kecelakaan atau penderitaan. Selain itu kita pun perlu percaya bahwa masalah yang kita hadapi tidak melebihi kekuatan yang kita miliki.


DUA LANGKAH SUKSES
Dua langkah sukses:
1. Putuskan dengan sungguh-sungguh keinginan anda secara spesifik.
2. Bayarlah berapa pun harga untuk mewujudkan hal tersebut.
(Bunker Hunt)

Banyak kiat-kiat sukses yang telah dipaparkan oleh para ahli, tetapi Bunker Hunt merangkumnya menjadi dua langkah. Langkah pertama kita perlu memutuskan keinginan kita secara spesifik. Disini kita perlu bermimpi untuk menentukan keinginan, dan perlu dituliskan dengan lengkap, termasuk target waktu dan detail-detail lainnya. Contoh impian yang sudah spesifik adalah “Pada bulan Juli tahun 2005, saya memiliki rumah tiga lantai dengan tanah seluas 500 meter persegi, dengan pemandangan yang indah dan lengkap dengan kolam renang”.

Setelah impian kita rumuskan, maka langkah kedua adalah mewujudkan impian tersebut dengan segenap usaha. Jadi curahkan segala bakat dan kemampuan, untuk meraih impian itu. Intinya langkah kedua ini adalah kita perlu melakukan tindakan, baik belajar, berusaha, dan terus mencoba dengan cara yang baru tanpa mengenal lelah.

Memang untuk meraih impian, perlu ada usaha yang dibayar, karena tidak mungkin impian datang dengan tiba-tiba dari langit.


IRI HATI
Bentuk IRI HATI adalah BUMERANG karena ia tidak hanya merusak kebahagiaan orang lain tetapi juga kebahagiaan diri sendiri. Kita tidak pernah bahagia bila ada iri hati.

Iri hati adalah sikap tidak senang atas keberhasilan orang lain karena kita sendiri tidak dapat mencapai hal seperti itu. Orang yang iri hati memiliki prinsip ”senang lihat orang lain susah dan susah lihat orang lain senang”. Bila ada orang yang senang melihat penderitaan orang lain, maka pasti ada sesuatu kelainan pada orang tersebut, karena dalam lubuk hati terdalam setiap orang yang normal pasti ada rasa kasihan terhadap penderitaan orang lain. Hanya orang yang sakit jiwa yang senang dengan penderitaan orang lain.

Pada suatu saat ada dua orang ibu yang melahirkan pada saat yang sama, tetapi bayi dari salah satu ibu tersebut meninggal dunia; untuk itu ia ingin mengakui bayi dari ibu satunya lagi sebagai bayi kandungnya. Jadi pada saat itu ada dua orang ibu yang mengakui bahwa bayi yang masih hidup adalah anaknya. Karena kedua belah pihak tetap mengotot, maka dipanggillah seorang hakim yang terkenal sangat bijaksana. Setelah hakim menginterogasi ke dua ibu tersebut, ternyata ia pun tidak dapat memilih ibu kandung yang asli. Akhirnya ia pun membuat keputusan sebagai berikut ”Karena kedua belah pihak tetap pada pendirian masing-masing, maka saya akan mengambil keputusan yang adil, yaitu memotong dua bayi ini, sehingga setiap ibu memiliki setengah dari bayinya. Bagaimana pendapat anda masing-masing?”

Ibu, yang bayinya sudah meninggal, mengatakan ”Setuju pak Hakim, itu suatu keputusan yang adil!”, tetapi ibu yang lain, sebagai ibu kandung bayi tersebut, dengan sedih berkata ”Pak Hakim jangan lakukan hal tersebut, biarkanlah bayi itu menjadi milik ibu itu”, sambil menunjuk ibu yang satunya lagi. Sekarang sambil tersenyum, sang Hakim memutuskan untuk memberikan bayi kepada ibu tersebut, dan memberikan hukuman berat bagi ibu yang menyetujui agar bayi tersebut dibagi dua.

Dari ilustrasi di atas, kita dapat melihat bahwa ibu yang iri hati tidak rela melihat orang lain senang, karena itu daripada ia tidak memilikinya maka lebih baik dua-duanya tidak memiliki. Tetapi ibu kandung bayi tersebut, tentu saja sangat mengasihi darah dagingnya sendiri, sehingga dengan hati yang hancur ia merelakan bayi itu menjadi milik orang lain daripada harus dibunuh.

Mari tinggalkan iri hati, dan bersyukurlah atas semua yang telah kita peroleh dan kita miliki, karena Tuhan mengasihi semua orang. Dia tidak membeda-bedakan manusia yang satu dengan yang lainnya; bagi Dia semua orang sama dihadapan-Nya. Semua tergantung pada diri kita sendiri, apakah kita mau membalas kasih-Nya dengan sungguh-sungguh atau bersikap masa bodoh dengan prinsip ”asal aku senang”. Saya yakin Anda dapat menentukan jalan terbaik .


MOHON KEKUATAN
Janganlah berdoa untuk mohon sebuah tugas yang sesuai dengan kekuatan kita. Marilah berdoa untuk memohon sebuah kekuatan yang sesuai dengan tugas kita.

Dalam doa yang kita ucapkan kepada Allah pada umumnya adalah doa permintaan agar Allah memenuhi semua kebutuhan dan keinginan kita. Memang hal tersebut tidak salah, tetapi kita juga perlu mengucapkan syukur dan terimakasih atas segala rahmat yang telah diberikan-Nya, lalu juga mohon ampun atas segala kesalahan yang telah kita lakukan, tidak lupa juga untuk mendoakan orang-orang lain dan bangsa kita.

Segala kebutuhan kita pasti Tuhan penuhi, tetapi tentu saja bukan menurut keinginan kita tetapi menurut kehendak-Nya. Tetapi terhadap keinginan kita, bila hanya untuk mengejar kepuasan mungkin Tuhan tidak akan memenuhinya atau Dia katakan “Terserah kamu …”.

Dalam berdoa janganlah mohon sebuah tugas yang sesuai kekuatan kita, karena hal ini menunjukkan kita tidak mau berubah dan hanya mau enak saja. Dalam menghadapi tugas, kita perlu memiliki keberanian untuk menghadapinya, karena itu mohonlah kekuatan dari Tuhan agar kita mampu melaksanakannya dengan baik. Setelah itu kita pun perlu menindaklanjutinya dengan belajar, berlatih, dan berserah kepada-Nya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

indonesia memiliki angka angka unik yang jarang kita sadari